Selasa, 05 Juni 2012

IBU


Ibu engkaulah pujaan hatiku
Engkaulah dambaan hatiku
Siang, malam ku selalu merindukanmu
Aku tetap merindukanmu
Dalam tangis, tawa dan candamu

Ibu engkaulah yang selalu memberikan
kehangatan dalam hidupku
Kerinduan yang kurasakan saat-saat
bersamamu
Ibu aku ingin bertemu denganmu
Walaupun hanya sesaat saja
Ibu engkaulah yang selalu kuingat dalam
hatiku
Sepanjang hariku merindukanmu
Tiada hari tanpa seorang ibu
Ibu… ibu… ibu…dimakah kau berasa

Senin, 04 Juni 2012

Sejarah Ringkas Daerah Riau


Hasil kajian Hasan Junus, seorang peneliti naskah Melayu di Riau mencatat paling kurang ada 3 kemungkinan asal nama Riau. Pertama troponomi Riau berasal dari penamaan orang portugis dengan kata Rio yang berarti sungai. Kedua mungkin berasal dari tokoh sinbad Al-bahar dalam kitab Alfu Laila Wa laila (seribu satu malam) yang menyebut Riahi,yang berarti air atau laut. Yang ke dua ini pernah di kemukakan oleh Oemar amin Husin. Seorang tokoh masyarakat dan pengarang Riau dalam salah satu pidatonya mengenai terbentuknya propinsi Riau. Yang ketiga berasal dari penuturan masyarakat setempat.

Di angkat dari kata Rioh atau Riuh, yang berarti ramai,Hiruk pikuk orang bekerja. Nama Riau yang berasal dari penuturan orang melayu setempat, kabarnya ada hubungannya dengan peristiwa didirikannnya negeri baru di sungai Carang, Untuk dijadikannya pusat kerajaan. Hulu sungai inilah yang kemudian bernama Ulu Riau. Adapun peristiwa itu kira-kira mempunyai teks sebagai berikut:

Tatkala perahu-perahu dagang yang semula pergi ke makam Tuhid (ibu kota kerajaan johor) di perintahkan membawa barang dagangannya ke sungai Carang di pulau Bintan (suatu tempat Sedang didirikan negeri baru) di muara sungai itu mereka kehilangan arah. Bila ditanyakan kepada awak-awak perahu yang hilir, “ dimana tempat orang-orang raja mendirikan negeri ?” mendapat jawaban “Di sana di tempat yang rioh”, Sambil mengisaratkan ke hulu sungai menjelang sampai ketempat yang di maksud jika di tanya ke mana maksud mereka, selalu mereka jawab “mau ke rioh”

Berdasarkan beberapa keterangan di atas maka nama Riau besar kemungkinan memang berasal dari penamaan rakyat setempat, yaitu orang melayu yang hidup di daerah Bintan. Nama itu besar kemungkinan telah mulai terkenal semenjak Raja kecik memindahkan pusat kerajaan melayu dari johor ke ulu Riau pada tahun 1719. Setelah itu nama ini di pakai sebagai salah satu negeri dari 4 negeri utama yang membentuk kerajaan Riau, Linggar, Johor dan pahang,. Kemudian dengan perjanjian London 1824 antara Belanda dengan Inggris, kerajaan ini terbelah dua.

Belahan Johor, Pahang berada di bawah pengaruh Inggris,Sedangkan belahan Riau-Lingga berada dibawah pengaruh Belanda. Dalam Zaman Penjajahan belanda 1905-1942 nama Riau di pakai untuk sebuah keresidenan yang daerahnya meliputi kepulauan Riau serta Pesisir timur sumatera bagian tengah. Demikian juga dalam zaman Jepang relatif masih di pertahankan. Setelah propinsi Riau terbentuk tahun 1958, Maka nama itu di samping di pergunakan pula untuk nama sebuah propinsi yang penduduknya dewasa itu sebagian besar terdiri dari orang melayu.

Propinsi Riau yang di diami oleh sebagian puak Melayu dewasa ini masih dapat di telusuri ke belakang,Mempunyai suatu perjalanan yang cukup panjang. Riau yang daerahnya meliputi Kepulauan Riau sampai Pulau tujuh dilaut Cina selatan lalu kedaratan Sumatera meliputi daerah aliran sungai dari Rokan sampai Kuantan dan Inderagiri.

Sebenarnya juga telah pernah di rintis oleh sang Sapurba, seorang diantara raja-raja Melayu yang masih punya kerinduan terhadap kebesaran Melayu sejak dari Sri Wijaya sampai Malaka. Seperti di ceritakan dalam sejarah Melayu (Sulalatus Salatin) dalam cerita yang kedua, sang Sapurba telah mencoba menyatukan daerah Bintan (kepulauan Riau) dengan Kuantan di belahan daratan Sumatera. Kemudian Raja Kecil juga punya ambisi untuk menyatukan daerah Selat Melaka itu dengan Siak di belahan Sumatera. Yang terakhir Raja Haji Fisabilillah mencoba menyatukan daerah kepulauan Riau dengan Inderagiri, Diantaranya Pekan Lais.

Pembentukan Provinsi Riau telah memerlukan Waktu paling kurang 6 tahun, Yaitu dari tahun 1952 sampai 1958. Usaha pembentukan propinsi ini melepaskan diri dari propinsi Sumatera Tengah (Yang meliputi Sumatera Barat, jambi dan Riau ) di lakukan di tingkat DPR pusat oleh ma’rifat Marjani, Dengan dukungan penuh dari seluruh penduduk Riau.

Pembentukan Propinsi ini telah di tetapkan dengan undang-undang darurat No 19/1957 yang kemudian di undangkan dengan Undang-Undang No 61 tahun 1958. Propinsi Riau ini merupakan gabungan dari sejumlah kerajaan Melayu yang pernah berdri di rantau ini, diantaranya ialah kerajaan Inderagiri (1658-1838), Kerajaan Siak (1723-185 8) Kerajaan Pelalawan (1530-1879), Kerajaan Riau-Lingga (1824-1913) dan banyak lagi kerajaan kecil lainnya,Seperti Tambusai, Rantau Binuang Sakti, Rambah, Kampar dan Kandis (Rantau Kuantan).

Dalam Sejarahnya , daerah Riau pernah menjadi penghasil berbagai hasil bumi dan barang lainnya. Pulau Bintan pernah di juluki sebagai pulau seganteng lada, karena banyak menghasilkan Lada. Daerah Pulau tujuh, terutama pulai Midai pernah menjadi penghasil Kopra terbesar di Asia tenggara,paling kurang sejak tahun 1906 sampai tahun 1950-an. Bagan siapi-api sampai tahun 1950-an adalah penghasil ikan terbesar di Indonesia, Batu bata yang di buat perusahaan raja Aji kelana di pulau Batam,pasarannya mencapai Malaysia sekarang ini. Kemudia dalam bidang penghasil karet alam, dengan sisitem kupon tahun 1930-an belahan daratan seperti Kuantan,Inderagiri dan kampar juga daerah yang amat potensial.
http://kampungrison.wordpress.com/2008/07/30/sejarah-ringkas-daerah-riau/

Selasa, 01 Mei 2012

PILIHAN . . .


Seorang murid disuruh membawa 50kg beras yang dibagi dalam dua kantung, masing-masing dipikulkan di sebelah depan dan belakang murid tsb. dengan panjang tongkat yang sama dari bahu murid. Kedua beban dibawa berjalan sejauh 10 meter.
Murid yang lain, membawa 40kg beras yang tertumpuk pada satu sisi, yaitu bagian belakang murid. Murid tsb disuruh berjalan sejauh 10 meter.
Apa yang terjadi???
ternyata murid yang pertama menyelesaikan tugas ini dengan mudah, sedangkan murid yang kedua, bersusah payah dalam menyelesaikan tugas ini. Bahkan tidak dapat meneruskan ke ujung lintasan yang berjarak 10 meter.
Kenapa???
karena sang murid membawa beban dalam satu tumpuan, yang mengakibatkan dibutuhkannya beban lain untuk menyeimbangkan beban tadi. Maka sang murid menekan tongkat bagian depan dengan tangannya sebesar beban beras yang dibawanya, sehingga, jika panjang tongkat yang ditekan dengan tangan sama dengan jarak bahu dengan beban beras, maka beban yang dibawa menjadi 2x 40kg=80kg.

Suatu ketika kita pasti mengalami masa yang sulit, masa yang dapat menjatuhkan kita pada posisi yang tidak keruan, galau, cemas, dan ketakutan yang luar biasa. Tapi, sadarkah kita bahwa Allah tidak akan memberikan suatu ujian yang melebihi kemampuan hambaNya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai degnan kesanggupannya..” (2:286).

sang murid yang kedua tadi, sesungguhnya membawa beban lebih ringan dari murid yang pertama, akan tetapi, penanganan yang salah dalam memperlakukan “beban” ujian menjadikannya terasa jauh lebih berat dari kemampuan dirinya.
Ilmu, adalah kunci yang sangat krusial bagi seseorang dalam mengambil langkah dan tindakan dalam menghadapi masalah. Terkadang seseorang mengekspresikan diri dengan menangis, melamun, berteiak, bahkan nekad untuk bunuh diri dalam usaha mencari jalan keluar dari permasalahan yang dialami. Tak jarang penyelesaian yang diambil justru menambah masalah yang berkepanjangan.
Ya,, justru menambah masalah.

Masih ingat dengan kisah orang solih yang salah mengambil langkah???
suatu ketika sang Solih dicintai oleh wanita. Singkat cerita, dengan perangkap wanita itu, sang Solih berada pada kondisi yang terhimpit. Dia berada di Rumah sang wanita dan ditawari untuk berbuat mesum dengannya. Tentu sang Solih menolak perbuatan yang dapat mengantarkannya pada kehinaan dan siksa Allah itu, fikirnya.
Tahukah apa yang terjadi selanjutnya???

Ternyata sang Solih bukan hanya berbuat mesum dengan wanita tadi, tetapi juga membunuh seorang anak kecil dan mabuk!!!!

Ketika di rumah wanita itu, sang Solih ditawari 3 pilihan 'maksiat' oleh wanita tadi supaya bisa terbebas dari rumah wanita, berbuiat mesum dengannya, meminum arak atau membunuh seorang anak kecil. Jika tidak, maka sang wanita akan berteriak dan mempermalukan sang Solih. (pilihan menjadi 4, malu, mesum, mabuk dan membunuh).
Berfikir bahwa minum arak adalah yang 'paling kecil dosanya' dibandingkan berbuat mesum atau membunuh anak kecil, sang Solih akhirnya meminum arak, yang akhirnya mabuk. Dalam kondisi mabuk, dia melihat wanita tadi dan berhasrat padanya, mesum pun terjadi. Tersadar bahwa ada yang melihat perbuatannya itu,, akhirnya dia membunuh anak kecil yang ada dirumah itu...

kisah ini menyuguhkan kepada kita bahwa seorang solih pun dapat tergoda dan terjerumus,, apalagi kita,,,
yang jelas, pilihan dalam melangkah akan berbanding lurus dengan ilmu dan pemahaman kita akan hidup ini, semoga kita menjadi orang-orang yang bijak dalam menghadapi kehidupan ini.

Kegagalan Adalah Kado Berharga


Ketika ia baru keluar dari dinas tentara, hanya mengantongi ijazah SMU, tidak ada satupun keterampilan, sehingga terpaksa kerja di sebuah perusahaan percetakan menjadi kurir.

Suatu hari, anak muda ini mengantar penuh muatan berisi puluhan buku ke kantor berlantai 7 di suatu perguruan tinggi; ketika ia memanggul buku2 tersebut menunggu di lift, seorang satpam yang berusia 50-an menghampirinya dan berkata: "Lift ini untuk profesor dan dosen, lainnya tidak diperkenankan memakai lift ini, kau harus lewat tangga!".

Anak muda memberikan alasan pada satpam itu:

"saya bukan mahasiswa, saya hanya ingin mengantar buku semobil ini ke kantor lantai 7, ini kan buku pesanan kampus!".

Namun, dengan beringas satpam itu berkata:

"Saya bilang tidak boleh ya tidak boleh, kau bukan profesor ataupun dosen, tidak boleh menggunakan lift ini!". Kedua orang itu berdebat cukup lama di depan pintu lift, tapi, satpam tetap bersikeras tidak mau mengalah. Dalam benak anak itu berfikir, jika hendak mengangkut habis buku semobil penuh ini paling tidak harus bolak-balik 20 kali lebih ke lantai 7, ini akan sangat melelahkan!. Kemudian, anak muda itu tidak dapat menahan lagi satpam yang menyusahkan ini, lantas begitu pikirannya terlintas, ia memindahkan tumpukan buku2 itu ke sudut aula, kemudian pergi begitu saja. Setelah itu, anak muda menjelaskan peristiwa yang dialaminya kepada bos, dan bos bisa memakluminya, sekaligus juga mengajukan surat penguunduran diri pada bosnya, dan segera setelah itu, ia pergi ke toko buku membeli bahan pelajaran sekolah SMU dan buku referensi, sambil meneteskan air mata ia bersumpah, saya harus bekerja keras, harus bisa lulus masuk ke perguruan tinggi, saya tidak akan membiarkan dilecehkan orang lagi.

Selama 6 bulan menjelang ujian, anak muda ini belajar selama 14 jam setiap hari, sebab ia sadar, waktunya sudah tidak banyak, ia tidak bisa lagi mundur, saat ia bermalas-malasan, dalam benaknya selalu terbayang akan hinaan satpam yang tidak mengijinkannya memakai lift, membayangkan diskriminasi ini, ia segera memacu semangatnya, dan melipat gandakan kerja kerasnya.

Belakangan, anak muda ini akhirnya lulus masuk ke salah satu lembaga Ilmu Kedokteran. Dan kini, selama 20 tahun lebih telah berlalu, sang anak muda akhirnya berhasil menjadi seorang dokter klinik. Sang dokter merenung sejenak, ketika itu, jika bukan karena hinaan satpam yang sengaja mempersulitnya, bagaimana mungkin ia menyeka air matanya dari hinaan itu, dan berdiri dengan berani? Dan bukankah satpam yang dibencinya adalah budi-nya seumur hidupnya?

(anonymous)
sumber: Dodi dan Ryan, Beranie gagal, beraniegagal.com

Tugas Kita Adalah Berikhtiar




Ketika orang lain berbicara sejuta basa, tetaplah anda bekerja. Cangkullah sawah anda dan taburi dengan benih. keetika orang lain berdiam tak tahu harus berkata apa, teruskan kerja anda. Siangi dan airi putik-putik yang mulai bertunas itu. Ketika orang lain saling tuding saling hunus, bekerjalah dalam istirahat anda. Senandungkan seranai pengundang angin dan gerimis. Ketika orang lain tterlelap pada tidur nyenyak mereka, jangan putuskan kerja anda. Bekerjalah dengan doa dan harapan; "Semoga ikhtiar ini menjadi kebaikan bagi segenap semesta." Maka, ketika orang lain tergugah dari peraduannya, ajaklah mereka untuk mengangkat sabit memungut panen yang telah masak. Bila mereka tak jua berkenan, jangan kecil hati, terus dan tetaplah bekerja. Bekerja, karena itulah yang semestinya kita lakukan.

Apa pun yang terjadi di muka bumi, sang mentari tak berhenti sedetikpun dari kerja; mengipasi tungku pembakaran raksasanya; menebarkan kehangatan ke seluruh galaksi. Maka, tak ada alasan yang lebih baik untuk keberadaan kita di sini, selain bekerja, mengubah energi hangat mentari menjadi kebaikan semesta

diambil dari buku MOTIVASI NET ir. Andi Muzaki, SH.,MT.
sumber gambar: Gunawan R, klinik fotografi kompas

SELALU ADA SISI BAIK


Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan. Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihat lubangnya.
Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi anda jika saja anda mau mempelajari dan mengusahakannya bekerja untuk anda.
Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah anda bisa melihat bintang
diambil dari buku MOTIVASI NET ir. Andi Muzaki, SH.,MT.

SEBUAH RENUNGAN



Kalau kita mencoba untuk merenung sejenak dan melupakan semua kesibukan sehari-hari, maka kita akan menyadari bahwa manusia pada jaman sekaran ini paling lama umurnya 80 tahun. itupun sudah termasuk panjang umur.
Tetapi kita sering lupa akan hal ini sehingga kita mati-matian mengejar uang, harta, jabatan dan mengabaikan hati nurani kita. Kita menginjak dan menghina orang yang tidak seberuntung kita dan kita menjilat serta mencari muka terhadap orang kaya dan berpangkat.
Kita menilai orang dari mobil, rumah, harta, atau jabatan dan bukan dari pribadi seseorang. Ini yang membuat kita menjadi orang yang egois, serakah, sombong, materialis, dan membutakan hati nurani kita sendiri.
Masing-masing orang bersaing untuk saling melebihi dan pamer kekayaan, pamer rumah, pamer mobil, dan lain-lain. Padahal itu semua hanya membuat orang yang tidak seberuntung kita menjadi panas dan iri hati.
Untuk itu, kita harus sadar dan ingat bahwa hidup ini tidak semata-mata mengejar uang, harta, jabatan, tapi yang utama hidup ini harus kita isi dengan perbuatan-perbuatan yang berguna dan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain.
Itu semua membuat kita merasa puas, bahagia, rendah hati, dan mempunyai empati terhadap orang yang tidak seberuntung kita. Rejeki kita tidak akan habis, malahan rejeki kita akan lancar dan tidak terputus bila kita mau membagi sebagian rejeki kita untuk orang-orang yang memang benar-beenar membutuhkan bantuan kita.
Marilah hidup ini kita isi dengan perbuatan-perbuatan yang berguna dan bermanfaat baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain.
Sumber : diambil dari buku MOTIVASI NET ir. Andi Muzaki, SH.,MT